Kabar Nasional

kabarnasional/cate1

Kabar Internasional

kabarinternasional/cate2

Suara Pemuda

suarapemuda/cate3

Khazanah

khazanah/cate4

Puisi Kritis

puisikritis/cate5

Videos

videos/cate6

Recent post

Apa Hebatnya Memerangi HTI?

Tidak ada komentar



Oleh:  Ahmad Dhani

HTI itu mungkin satu satu nya Ormas anti  kekerasan. Haram adalah fatwa HTI soal demo. Anggota nya tidak ada yang sangar.

Menggambarkan HTI , saya jadi ingat teman-teman SMA dulu yang rajin sholat di Mushola , tidak berangasan bukan berandalan dan tidak pernah tawuran.

Lah , saya bayangin ...dulu di SMA 2 Surabaya tahun 1988 s/d 1991 , Saya berandalannya saya tidak mungkn mengintimidasi anak-anak alim yang rajin sholat di mushola ... hebat nya dimana??? mengintimidasi HTI itu hebatnya di mana???. Ra Mudeng blass...

Padahal sudah jelas di hadist riwayat Abu Daud No 4344, Tirmidzi No 2174 , Ibnu Majah No 4011 “Jihad paling utama adalah mengatakan kebenaran kepada penguasa zalim”

HTI itu bukan penguasa dan sekaligus tidak zalim. Sekali lagi tolong jelaskan kepada saya, dimana hebat nya mengintimidasi yang tidak berkuasa dan tidak zalim???. [hs]

Warning: Lapangan Kerja Sempit, Ekonomi Rakyat Makin Sulit

Tidak ada komentar

Oleh : Aji Salam - Forum Ekonomi Indonesia

Terasa dan makin terasa susah. Lapangan kerja dinilai terus menunjukkan tren penurunan selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Sejumlah pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi belum mampu mendongkrak penyerapan tenaga kerja baru. Hal ini selaras dengan hasil riset Tim Institute for Development of Economics and Finance (Indef), rata-rata tambahan penduduk bekerja selama 2015-2017 mencapai 2.127.221 jiwa per tahun. Angka itu lebih rendah dibandingkan tiga tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono yang mencapai 2.868.457 jiwa. Data tersebut mencerminkan penurunan signifikan ketersediaan lapangan kerja.

Pemerintah kini giat membangun infrastruktur yang memasuki fase konstruksi. Setiap 1 persen pertumbuhan sektor konstruksi hanya mampu menyumbang 134.592 pekerja. hal itu disebabkan perubahan industri dari padat karya ke padat modal. Namun, bukan berarti pemerintah diam. Perubahan ke pola padat modal perlu disikapi melalui pengembangan produksi kebutuhan infrastruktur dari domestik. Saat ini, mayoritas kebutuhan infrastruktur dari impor.

Selama pemerintah hanya mengandalkan pemenuhan kebutuhan dari impor, semakin minim masyarakat yang bisa berperan di dalamnya. Sementara beberapa aturan yang dirasa masih menghambat penyerapan tenaga kerja juga mutlak dirombak. Pemerintah gagal bisa menekan kemiskinan dan ketimpangan kalau tidak ada lapangan pekerjaan. Program bantuan langsung hanya bisa mengatasi gejala krisis. Kuncinya rakyat diberikan pekerjaan. Di saat yang sama problem PHK massal menjadi momok menakutkan di suasana ekonomi yang labil.
 
dalam sistem ekonomi Islam yang diterapkan oleh negara (Khilafah), PHK sangat kecil sekali kemungkinannya bakal terjadi. Sebab, prinsip ekonomi Islam yang dianut adalah penyerapan pasar domestik yang sangat didukung oleh negara dalam rangka memenuhi kebutuhan individu masyarakatnya. Ekspor bukan lagi tujuan utama hasil produksi. Sebab, sistem mata uangnya juga sudah sangat stabil, yaitu dengan menggunakan standar emas (dinar dan dirham). Dengan demikian, negara tidak membutuhkan cadangan devisa mata uang negara lain karena semua transaksi akan menggunakan dinar/dirham atau dikaitkan dengan emas.

Negara juga akan menerapkan sistem transaksi hanya di sektor riil dan menghentikan segala bentuk transaksi ribawi dan non riil lainnya. Dengan begitu, perputaran barang dari sektor riil akan sangat cepat dan tidak akan mengalami penumpukkan stok. Penawaran dan permintaan bukanlah indikator untuk menaikkan/menurunkan harga ataupun inflasi, karena jumlah uang yang beredar stabil sehingga harga akan stabil. Negara pun tidak perlu repot-repot mengatur jumlah uang beredar dengan menaikkan/menurunkan suku bunga acuan seperti yang dilakukan negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis. Negara hanya akan memantau dan memastikan kelancaran proses distribusi barang dan jasa agar segala kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Selain itu, dalam sistem ekonomi Islam, negaralah yang mengelola sumber kekayaan yang menjadi milik rakyat. Hasilnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Dengan demikian, jaminan sosial bagi masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan, akan terpenuhi. Dalam kondisi seperti ini, daya beli masyarakat akan sangat kuat dan stabil. Harga tinggi bukan merupakan persoalan dalam sistem ekonomi Islam. Dengan terpenuhinya kebutuhan individu, pola hidup masyarakat pun menjadi lebih terarah. Mereka tidak lagi terperangkap dalam pola hidup individualis, dengan bersaing dan harus menang, dengan menghalakan segala cara.

Pemerintah saat ini sepertinya telah kehabisan akal sehingga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menanggulangi masalah PHK massal tersebut, kecuali hanya wait and see saja. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan oleh Pemerintah untuk menghadapi krisis global ini.


Sudah waktunya bagi Pemerintah dan masyarakat untuk memilih jalan keluar terbaik dari permasalahan ini. Caranya adalah dengan mengambil jalan yang ditawarkan Islam, yakni dengan menerapkan sistem ekonomi Islam sekaligus menerapkan sistem pemerintahan Islam. Tanpa itu, kita akan terus menderita akibat berbagai persoalan hidup yang tidak pernah berakhir. [bs]

Hendaknya Kaum Muslim Memikirkan Keberlangsungan Para Penguasanya… Kita Butuh Pemimpin Mukhlis yang Cerdas Lagi Berani

Tidak ada komentar

Oleh : Febry Suprapto – Arroya Center

BERGERAKNEWS | Meja Redaksi - Kaum muslim harus bangkit. Ya, harus bangkit. Membangkitkan harga diri umat Islam dan meningkatkan kebulatan tekad kita untuk bersatu adalah fokus yang vital. Disamping itu hendaknya kaum muslim memikirkan keberlangsungan  para penguasa pengkhianat umat, yang telah menyatukan dirinya dengan musuh-musuh untuk menguasai umat Islam.

Sementara penguasa khianat itu telah melakukan berbagai tindakan kezaliman yang melampaui batas, bahkan yang paling buruk sekalipun, dalam pemerintahannya. Karena itu, hendaklah umat mencegah mereka dan mengubah kekuasaan agar dipimpin pemimpin mukhlis yang cerdas lagi berani, agar Allah tidak memasukkan kita sekalian bersama mereka ke dalam lautan adzab. Sebab, sesungguhnya musibah itu, jika terjadi, juga akan menimpa orang-orang zalim akibat perbuatan zalim mereka, juga akan menimpa orang-orang yang diam terhadap kezaliman yang terjadi.

Peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak hanya khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS al-Anfal [8]: 25).

Allah SWT telah mewahyukan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw., sebagaimana dalam hadis yang dikeluarkan oleh at-Tirmidizi melalui jalur Abu Bakar ash-Shiddiq ra.:

Sesungguhnya manusia itu, jika mereka menyaksikan orang zalim, lalu tidak berusaha mencegahnya, maka Allah akan menimpakan hukuman secara umum kepada mereka semuanya.

Karena itulah, hendaklah umat ini bergegas memenuhi seruan Allah, dengan segera menolong diin al Islam dan meninggikan panji Nabi Muhammad SAW. Karena itu, sudah tiba saatnya seluruh umat Islam dari berbagai aliran pemikiran, mazhab, organisasi, maupun harakah dakwah untuk menyatukan langkah, merapatkan barisan dan berjuang bersama-sama untuk meraih kembali keberhasilan dan kemajuan yang pernah dicapai oleh Rasulullah Muhammad saw.

Peringatan Maulid Nabi saw. dan reuni aksi 212 Telah kita laksanakan. Hendaknya bukan sekadar kegiatan seremonial dan rutinitas tahunan yang akan berlalu begitu saja tanpa memberikan perubahan sosial dan politik kepada umat Islam. Momentum Peringatan Maulid Nabi saw. hendaknya memberikan bekas dan pengaruh yang nyata dalam memperbaiki masyarakat menuju umat terbaik (khaira ummah), sebagaimana firman Allah:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS al-Ahzab [33]: 21).
Hanya dengan itulah umat Islam dapat meraih kembali kemuliaannya yang hakiki, yang hakikatnya memang hanya milik mereka. Maha Benar Allah Yang berfirman:

Kemuliaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang Mukmin. (QS al-Munafiqun [63]: 8). [bs]

Umat Islam Bersiap Menjadi Adidaya Dunia…

Tidak ada komentar



Oleh:
Taufik setia Permana (Analis Geopolitical Institute)

BERGERAKNEWS | Kabar Nasional - Anda telah merasakan kegagalan demokrasi. Ideologi kapitalisme, demokrasi dan pengaruh asing setali tiga uang. Ideologi kapitalisme berlandaskan akidah pemisahan agama dari kehidupan dan negara. Agama dibatasi tidak lebih pada batas-batas tembok masjid. Akidah ini mengharuskan penyerahan pengaturan berbagai interaksi kehidupan kepada manusia.

Metode untuk mempertahankan kapitalisme adalah penjajahan. Sementara pengaruh asing, negeri-negeri kaum Muslimin sejak lepas dari penjajahan fisik, pengaruh asing tetap dipertahankan dan dijadikan sandaran. Bahkan eksistensi dan keberlangsungan para penguasanya banyak bergantung kepada pengaruh asing itu. Dengan pengaruh asing itulah, aturan dan sistem penjajah dipaksakan dan dipertahankan.

Bandul sejarah masih pada kemenangan Negara-negara kapitalis seutuhnya. Berbagai pukulan fatal diarahkan kepada Negeri Islam.  AS, Cina, Rusia, inggris dan beberapa Negara kapitalis lainnya menyusun strategi baru untuk menikam jantung dunia Islam.  AS sebagai kampium demokrasi, bekerja keras untuk membangkitkan kepercayan publik kepada demokrasi dan membangkitkan separatisme di wilayah-wilayah kaum Muslim.

Nestapa di dunia Islam membangkitkan kesadaran para ulama dan aktivis dakwah. Gelora aksi Reuni 212 memberi kesan penting sebuah harapan umat Islam, ditengah kemunduran kondisi perpolitikan Indonesia, baik karena korupsi, konflik parpol, skandal pengurus parpol dan lain-lain, sehingga citra parpol, baik parpol sekuler maupun parpol berbasis masa Islam, secara umum dimata masyarakat semuanya semakin jatuh, tanpa bisa ditolong lagi, meski dengan sejuta pencitraan politik.

dengan suksesnya agenda besar ini, umat Islam diharapkan semakin paham arah perjuangan untuk menyalurkan energi perubahan hanya pada ideologi Islam, bukan pada Kapitalisme yang sedang sekarat, apalagi kepada Sosialisme Komunis yang sudah musnah. Bahkan mereka yang asalnya menentang dan menolak bendera tauhid dan ajaran Islam Khilafah tidak bisa lagi mengeluarkan kata-kata untuk membungkam perjuangan, karena dukungan umat dengan diselenggarakannya Reuni 212 semakin nyata, dan sebaliknya para pendukung, penikmat dan pemuja kapitalisme semakin dan kehilangan pengaruh.

Karena itu, kesadaran umat Islam hari ini untuk meyakini bahwa Islam yang terepresentasi di dalam sistem bernegara makin kuat. Secara logis, jika kekuatan umat menyatu dan padu mereka akan mampu membebaskan umat manusia dari penjajahan Kapitalisme global saat ini. Sistem Islam akan meruntuhkan asas-asas sistem Kapitalisme yang bersifat merusak. Islam akan menghancurkan ide-ide penjajahan, perbudakan dan diskriminasi rasial. Penerapan syariah secara menyeluruh juga akan menghancurkan hegemoni negara-negara penjajah, utamanya Amerika.

Atas seizin Allah, dunia Islam akan bangkit menjadi adidaya baru, tentu akan menyaingi, bahkan menghancurkan hegemoni negara-negara besar dan mencabut kepemimpinan mereka atas umat manusia. Selanjutnya, secara geopolitik umat Islam akan memimpin umat manusia ke keadaan yang paling baik dan berada dalam naungan ridha Allah SWT. [bhs]

Tambang Emas terbaik dunia Tumpang Pitu, Bagaimana Nasibmu?

Tidak ada komentar


Oleh : Fajar Kurniawan – Analis senior PKAD (Pusat Kajian dan Analisis Data)

BERGERAKNEWS | Meja Redaksi - Tambang emas Tumpang Pitu di banyuwangi yang diklaim para geolog dunia merupakan penambangan emas memiliki kandungan emas terbaik di dunia. Tambang Emas ini berada di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, telah menjadi obyek vital nasional berdasarkan surat keputusan Menteri ESDM, No.651/K/30/MEM/2016. Hal ini diharapkan tambang Tumpang Pitu dalam perlindungan negara. Aparat penegak hukum diharapkan mengamankan proyek ini karena dinilai memiliki dampak strategis terhadap perekonomian nasional.

Dikabarkan aset Tumpang Pitu berdasarkan standar Joint Ore Reserve Committe (JORC), memiliki kualitas aset: Estimasi 99 juta ton bijih dengan kandungan rata-rata 0,8 gram emas/ton bijih dan 25 gram perak/ton bijih; 794 juta gram cadangan emas dan 862 miliar gram cadangan tembaga pada lapisan porfiri; 70 juta gram cadangan emas dan 2,2 miliar gram cadangan perak pada lapisan oksidasi; Kapasitas produksi 2,8 juta gram emas dan 136 juta gram perak pertahun.

James Francis, General Manager Operations, PT Bumi Suksesindo (BSI), operator tambang emas Tumpang Pitu, mengatakan, tidak hanya emas dan perak, di Tumpang Pitu juga terdapat tembaga. Menurut james cadangan deposit tembaga diperkirakan setara dengan cadangan deposit batu hijau di Newmont. Untuk tembaga masih dalam fase eksplorasi, dibutuhkan waktu sekitar 8 tahun.

Proses produksi dilakukan PT BSI, perusahaan ini mengklaim proses produksi menggunakan heap leach atau pelindihan berdasarkan standar JORC, proyek pelindihan BSI memiliki sumber daya mineral sebesar 36 juta ton dengan menghasilkn rata-rata 1.03 gram emas per ton dan 22 gram perak per ton.

Kembalikan ke Rakyat

Swastanisasi SDA jelas merugikan rakyat. Pada kasus tambang emas Tumpang Pitu di banyuwangi kita menuntut gar pengelolaan transparan dan kekayaan alam dikembalikan ke tuannya, rakyat. Mengingat pengelolaan SDA Indonesia saat ini amat memperihatinkan, jika kita menyaksikan bagaimana tambang emas di Grasberg Papua di keruk oleh perusahaan raksasa Amerika tanpa memperdulikan aspek lingkungan maupun lahan.

Pasalnya asas yang dipakai oleh sistem Kapitalisme adalah kemaslahatan besar (benefit profit). Studi kasus PT Freeport di Papua menunjukkan fakta bahwa pengelolaan SDA dalam sistem Kapitalisme sangat merusak lingkungan. Hampir seluruhan proses penambangan terbuka melalui beberapa tahapan pengeboran, peledakan, pemilahan, pengangkutan, dan penggerusan batuan bijih. Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan adalah menjaga stabilitas lereng dan penanaman kembali tanaman asli pada daerah yang sudah tidak ditambang (reklamasi).

Berpijak pada pengelolaan tambang terbuka Grasberg peralatan utama yang digunakan berupa bor, "shovel" dan truk besar untuk menambang bahan tambang. Bahan tambang dimaksud termasuk juga yang diklasifikasikan batuan bijih dan batuan penutup tergantung dari nilai ekonomis bahan tersebut. Fungsi alat shovel adalahmengeruk bahan tambang pada daerah-daerah berbeda di area tambang terbuka, dan memuat bahan ke atas truk untuk dibawa keluar area tambang terbuka[5]

Sebagaimana arahan ekonomi Kapitalisme di era rezim Suharto begitu pulalah yang terjadi di era rezim Jokowi- Jk. Tidak ada yang berubah. Dampak dari Kapitalisme yang merongrong Indonesia saat ini tentunya membuat masyarakat semakin mengelus dada. Hal yang cukup miris adalah ketika melihat kenyataan saat ini yang menggerus hati masyarakat yang harus miskin di negeri yang kaya raya. Keberadaan perusahaan asing seperti Freeport, Exxon Mobil, Shell, Chevron, Newmont, dll. yang menguasai pengelolaan sumber daya alam di Indonesia adalah penyebabnya. Hal ini tak lepas dari lemahnya regulasi untuk melindungi sumber daya energi Indonesia.

Missal dari 45 blok minyak dan gas (Migas) yang saat ini beroperasi di Indonesia, sekitar 70% di antaranya dikuasai oleh kepemilikan asing. Kondisi semakin parah karena banyak pengusaha tambang di Indonesia yang tak membayar pajak dan royalti kepada negara. Dalam perhitungan KPK, potensi pendapatan negara sebesar Rp 7.200 triliun hilang setiap tahun karena penyelewengan tersebut. Bila ditotal pajak dan royalti yang dibayarkan dari blok Migas, batubara, dan nikel di setiap tahunnya dapat mencapai Rp 20. 000 triliun. Namun, pendapatan sebesar itu tergerus karena pemerintah tidak tegas dalam regulasi dankebijakan.

Kapitalisme, Biang Kerok

dalam sistem ekonomi Kapitalisme menjadi sebuah ‘keniscayaan’ bahwa pemilik modallah yang berhak untuk menguasai berbagai sektor penting termasuk SDA yang posisinya sangat menguntungkan bagi para Kapitalis. Pengelolaan potensi SDA dalam sistem Kapitalisme banyak membawa kerusakan.

Ironis, SDA Indonesia dibawah pengelolaan sistem Kapitalisme telah berhasil melegalkan asing untuk mengintervensi berbagai UU. Dengan sistem demokrasi dan kapitalisme tersebut, kekayaan alam dirampok secara institusional. Sehingga perusahaan asing dengan leluasa merampas harta kekayaan umat, termasuk tambang emas di Papua yang dikeruk Freeport.

Dalam pandangan kapitalis, kekayaan alam termasuk tambang Freeport harus dikelola oleh individu atau perusahaan swasta karena ini merupakan ciri utama sistem ekonomi kapitalis dimana kepemilikan privat (individu) atas alat-alat produksi dan ditribusi dalam rangka mencapai keuntungan yang besar dalam kondisi-kondisi yang sangat konpetatif sehingga perusahaan milik swasta merupakan elemen paling pokok dari kapitalis. [BS]

Pasca Aksi Damai Berjuta-Juta Umat Islam, Berikutnya Aksi Biadab Pemberontak OPM… Kami Menuntut Sikap Cepat Pemerintah!

Tidak ada komentar



Oleh:
dr. M. Amin – (Dir. ForPURE)

BERGERAKNEWS | Meja Redaksi - Aksi Reuni 212 yang diikuti jutaan umat Islam hadir di Monas Jakarta, Ahad 2 Desember 2018 telah sukses.  Baru saja umat bergembira, kita dikejutkan dengan aksi-aksi sadis pemberontak OPM.  Dikabarkan sebanyak 31 pekerja jembatan di Papua dibunuh oleh  Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB pimpinan Egianus Kogoya pada Minggu (2/12/2018). Pembunuhan 31 pekerja di papua ini terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. 31 pekerja ini merupakan karyawan BUMN PT Istaka Karya.

Papua memiliki sumber kekayaan alam luar biasa, seperti tambang emas di Freeport. Di mana di daerah itu, terdapat pula uranium, dan pemerintah Indonesia tidak pernah melakukan audit dari hasil tambang itu. Karena bahan-bahan mineral itu  langsung  dimasukkan kedalam kapal.

Papua yang selalu diklaim sebagai pusat “SDA” itu, sekarang sudah masuk kepentingan internasional. Berbagai kepentingan internsional berbagi dengan kekuatan lokal,  dan sengaja mendorong agar Papua pisah dengan Republik Indonesia.

Gerakan separatis "Organisasi Papua Merdeka" (OPM), dikabarkan sudah membentuk susunan kabinet, dan dengan menteri-menterinya. Gerakan OPM mendorong terjadinya kekerasan  di Papua, dan kemudian menjadikan kasus-kasus kekerasan itu sebagai isu HAM. Ini sudah merupakan modus yang bakal menyeret campur tangan dunia internsional. Seperti lembaga multilareral PBB.

Bicara Freeport sudah menjadi “milik”  asing. Bukan milik Republik Indonesia.  Karena selalu kontraknya diperpanjang. Tetapi, kekayaan alam  itu, tak pernah membawa berkah bagi rakyat Papua. Mereka tetap miskin. Sehingga, berlangsung ketidak adilan.

Sesudah “Reformasi” wilayah Papua mendapatkan otonomi khusus, dan mendapatkan alokasi dana dari pusat  sebesar Rp 28 triliun. Tetati, tidak menetes kepada rakyat, dan yang menikmati hanyalah  para pejabat daerah. Ini ironi yang sangat mendalam di Papua. Kehidupan rakyatnya tidak berubah.

Situasi itu memang disengaja oleh pihak-pihak yang menginginkan Papua lepas dari Jakarta. Indikasi pihak gereja membiarkan kondisi itu, dan kondisi yang buruk itu, dijadikan modal kampanye mendiskreditkan Jakarta, berbuat tidak adil. Langkah itu, sebagai upaya menguatkan opini, dan sekaligus mengharapkan campur tangan internasional. Intervensi politik Amerika Serikat dan Australia merupakan ancaman nyata bagi integritas (kesatuan) wilayah Indonesia.  Papua seakan diarahkan AS seperti skenario lepasnya Sudan Selatan.

Inilah kondisi negeri kita. Kita berharap pemerintah bersikap tegas untuk menyapu bersih seluruh elemen pemberontakan di Papua dan menciptakan kemakmuran yang hakiki. Itu harus ditandai dengan melepaskan seluruh narasi sistem kapitalisme yang merusak wajah NKRI. Jika rezim tidak mampu, maka ini menjadi titik balik kesadaran umat untuk mewujudkan kepemimpinan yang hakiki. 

Mengingat Indonesia adalah negeri Muslim terbesar baik dari sisi luas daerah, penduduk, kekayaan, dan lain-lain. Umat Islam di Indonesia mempunyai tanggung jawab terbesar terhadap umat Islam di dunia. Kebangkitan Indonesia harus menjadi lokomotif kebangkitan umat Islam dunia. Kita ingin Indonesia menjadi negara besar dan kuat, bebas dari penjajahan dan menjadi pemimpin dunia yang mampu menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Umat Islam yang merupakan mayoritas di Indonesia sejatinya menjadi pelaku utama dalam membangkitkan Indonesia. Ini adalah rumah kita!

Momentum 212 dan tragedi di Papua barusan, menyadarkan kita bahwa saat sekarang ini sangat pas kita jadikan momentum untuk membulatkan tekad guna berjuang sekuat tenaga mewujudkan kebangkitan dan pembebasan. [bhs]