Anda bayar, Kami Segan

Tidak ada komentar



Oleh: Umi Salamah (Aktivis Mahasiswi)

BERGERAKNEWS | Meja Redaksi - Nyatanya tak hanya orang kaya merdeka yang bisa menyewa dan membeli barang-barang mewah secara bebas. Tapi, orang yang sedang menjalani masa tahanan lantaran melakukan tindak korupsi pun bisa dengan leluasa melakukannya. 

Lapas yang yang menjadi tempat pembinaan narapidana korupsi pun kini bisa dibeli. Hanya dengan ratusan juta saja semua fasilitas lengkap dan mewah tersedia di dalam lapas. Tak hanya itu, bahkan bisa meninggalkan lapas untuk berlibur ke luar negeri.  Perbuatan tercela ini diizinkan dengan membayar sejumlah uang.

Bisa jadi kasus tersebut tak hanya di lapas Sukamiskin, tapi juga koruptor-koruptor kelas kekap di tempat lain pun demikian. Dalam penanganan hukum di Indonesia tak hanya sekali duakali kasus korupsi itu menguap dan tak terjamah sama sekali. Bahkan nama-nama dari kasus besar seperti korupsi e-KTP yang belum semua ditindak, BLBI dan century yang belum ada kelanjutannya.

Tajam ke bawah tumpul ke atas seakan menjadi primadona dalam peradilan negeri ini.  Beda koruptor dengan kasus seorang nenek yang mencuri karena lapar atau seorang anak kecil yang mencuri dan dihakimi masa ditempat umum. Seolah-olah mudah sekali hukum di Indonesia mengadili orang-orang miskin yang mencuri karena lapar. Akan tetapi para koruptor yang sudah terbukti membawa uang rakyat bernilai triliunan rupiah menjalani proses hukum yang berbelit-belit dan penuh drama. 

Inilah yang dinamakan kapitalisme. Dimana orang kaya bebas membeli apapun yang mereka inginkan. Termasuk kemewahan dalam masa tahanan. Kapitalisme akan selalu ada jika berada dalam sistem yang mendukungnya seperti sistem yang menyuburkan kebebasan seperti demokrasi sekarang ini. Setiap orang memiliki kebebasan untuk memiliki dan juga bebas untuk membeli apa yang bisa dibeli.

Kapitalisme dan demokrasi tidak hanya menjamin kebebasan individu, tapi juga melahirkan hukum yang tumpul keatas dan tajam kebawah. Berbeda dengan peraturan islam yang tidak akan memberi peluang kepada siapapun, termasuk koruptor kelas kakap yang memiliki banyak kekayaan untuk bebas. Penjara yang diperuntukan untuk kasus tindak korupsi pun akan benar-benar dapat membuat pelaku korupsi itu jera. [bhs]

Tidak ada komentar

Posting Komentar