Header Ads

Video Seruan Aksi 299 Viral, Mahasiswa IAIN Kendari di Intimidasi



BergerakNews
- Intimidasi terjadi pada mahasiswa IAIN Kendari setelah berdernya video seruan ajakan aksi 299.  Hikma Sanggala salah satu mahasiswa yang berada di video tersebut mengungkapkan kronoligis tersbut kepada jurnalis BergerakNews.

Hikma mengungkapkan kejadian tersebut berawal ketika warek III naik ke mimbar menyampaikan pengumuman terkait video seruan aksi 299 yang viral dan mengatakan akan menindaklanjuti hal tersebut dalam rapat pimpinan untuk membahas hal tersebut.

Selepas kejadian tersebut  Hikma mendapat informasi bahwa teman yang terlibat dalam video yakni saudara Agus dan Sudarianto mendapat panggilan oleh dosen fakultas untuk mengahadap kepada beliau. Selepas shalat Ashar teman Hikma yakni Agus dan Sudarianto menghadap keruangan beliau namun ternyata ruangan beliau kosong, dan akhirnya teman Hikma dipanggil wadek  I dan wadek II untuk membahas masalah video tersebut. 

"Saya disuruh untuk menghadap ke wadek II juga, kami tidak menyangka ada intel(polisi) datang bersama salah seorang staf fakultas, untuk meminta keterangan kami terkait video tersebut. Jumlah awal mereka 3 orang namun kian lama, kian bertambah banyak. jumlah polisi kurang lebih 10 termaksud yang berada diluar." kepada jurnalis BergerakNews (4/10)

Selanjutnya Hikma juga mengungkapkan setelah magrib beberapa dari mereka di introgasi diruangan yang berbeda. Bahkan mereka tidak diijinkan untuk sholat isyak berjamaah.

"introgasi tetap berjalan, mereka terus memaksa teman untuk jujur dengan pertanyaan mereka dan membuat klarifikasi, akan tetapi teman kami tetap bersikukuh untuk tidak mengatakannya, hingga akhirnya pada pukul 21.30 teman kami didatangi seorang dosen beliau meminta kami untuk meminta maaf dan membuat video permohonan maaf terkait kejadian tersebut dan akhirnya setelah lama perbincangan dengan beliau teman kami terpaksa mengikuti saran beliau dam au video trsbt dan kemudian direkam oleh pihak kepolisian da menandatangani surat permohonan maaf. Setelah menandatangani dan membuat video teman kamipun diizinkan pulang". (4/10)




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.